Sopan santun bukan sekadar ucapan “tolong” dan “terima kasih.” Lebih dari itu, sopan santun adalah cerminan karakter dan budi pekerti seseorang. Anak-anak perlu belajar sopan santun sejak dini, dan tempat terbaik untuk memulainya adalah di rumah — dari teladan orang tua.
---
Sopan santun membantu anak:
---
Anak belajar dengan meniru. Jika orang tua terbiasa berbicara lembut, mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, anak pun akan meniru hal yang sama.
Biasakan anak mengucapkan:
Ajak anak untuk:
Ingatkan anak agar tidak berkata kasar atau mengejek teman. Gunakan kalimat lembut saat menegur, misalnya:
“Nak, kalau bicara lebih pelan ya, supaya orang lain nyaman mendengarnya.”
Saat anak mengucapkan “terima kasih” atau membantu orang lain, berikan apresiasi sederhana, seperti:
“Wah, Ibu senang sekali kamu sudah sopan!”
Hal kecil seperti ini membuat anak merasa dihargai dan ingin terus berbuat baik.
Ajarkan anak untuk menghormati tidak hanya pada orang tua atau guru, tapi juga pada teman, kakak, adik, bahkan petugas kebersihan sekalipun.
Misalnya:
---
Mengajarkan sopan santun memang butuh waktu dan kesabaran, tetapi hasilnya akan terlihat seumur hidup.
Ketika anak terbiasa bersikap sopan, ia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, rendah hati, dan mudah diterima di mana pun berada.
Bagaimana? Semoga bermanfaat
*****
https://web.facebook.com/share/p/16FKYqCtW7/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar